Berita terbaru di Indonesia, informasi menarik dan berbagai tips dan trik ada disini!

Warga yang Sudah Terlanjur Mudik Dilarang Kembali ke Ibukota

pemerintah larang warga yang sudah mudik kembali ke ibukota jakarta

Dr. Achmad Yurianto selaku juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 di Indonesia meminta kepada para warga yang sudah terlanjur mudik ke kampung halamannya untuk tidak kembali ke Jakarta terlebih dahulu untuk sementara waktu. Penyebaran virus corona di Indonesia yang ditargetkan pemerintah akan mereda di akhir Mei ini justru makin bertambah parah. Oleh sebab itu situasi ini dinilai pemerintah semakin memburuk.

Per tanggal 24 Mei Kementrian Kesehatan mencatat kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 22.271 bertambah 526 orang dari hari sebelumnya. Sedangkan 1.372 pasien tercatat meninggal dunia dan 5.402 lainnya dinyatakan sembuh. Berikut data yang Pram dapatkan yang bersumber dari Wikipedia

statistik penyebaran virus corona covid-19

Meskipun hal tersebut tidaklah mudah bagi para warga yang bekerja dan mencari nafkah di Jakarta, tetapi dr. Achmad Yurianto memohon supaya warga tetap berada di kampung halamannya terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk menekan angka penyebaran virus corona Covid-19.

Mungkinkah para warga yang sudah terlanjur mudik akan kembali ke ibukota?

1. Bagi yang terlanjur mudik diminta tidak kembali ke Jakarta untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
pemerintah imbau warga untuk tidak kembali ke jakarta

Dr. Achmad Yurianto kini berharap dan mengajak masyarakat Indonesia memiliki pola hidup baru yang tentunya lebih bersih dan higienis dari yang sebelumnya untuk memutus angka penyebaran virus corona Covid-19. Menurutnya pola hidup yang tidak bersih seperti dahulu sudah jangan lagi dipraktikan. Berikut pernyataannya dilansir dari siaran langsung di YouTube BNPB, Minggu 21 Mei 2020.

“Pahami, bahwa dalam situasi yang saat ini terjadi, kita tidak boleh menggunakan cara pikir, cara tindak, seperti situasi di masa-masa lalu. Inilah yang kemudian beberapa kali pemerintah, bahkan Bapak Presiden sendiri mengatakan, kita harus bersabar. Situasi ini tidak mudah. Namun, kita yakin dengan kebersamaan, pasti kita akan bisa melakukan,” ujar dr. Achmad Yurianto dalam keterangan persnya.

2. Selama PSBB, larangan kembali ke ibukota sudah dijelaskan sebelumnya.
warga yang sudah mudik dilarang balik ke jakarta

Di DKI Jakarta sendiri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 47 Tahun 2020. Pergub terebut dibuat dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona Covid-19. Gubernur Anies Baswedan juga memperpanjang masa PSBB hingga 4 Juni 2020.

Peraturan tersebut menjelaskan bahwa aktivitas masayarakat yang keluar-masuk Jakarta dilarang dengan pengecualian. Bagi yang hendak melakukan aktivitas keluar-masuk Jakarta hendaknya mengurus Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) yang dapat diproses melalui online di situs corona.jakarta.go.id.

Bagi kalian yang ingin mengetahui prosedur pembuatan SIKM bisa juga baca di artikel berikut ini:

3. Masyakarat yang tidak memiliki keahlian khusus diimbau untuk tidak kembali ke Jakarta.
masyarakat yang tidak memiliki keahlian khusus dilarang balik ke jakarta

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen (Pol) Argo Yuwono mengimbau warga yang tidak memiliki keahlian khusus untuk tidak kembali ke Jakarta.

"Bagi masyarakat yang tidak memiliki keterampilan khusus dan tidak memiliki suatu keahlian diharapkan untuk tidak kembali ke Jakarta," ucap Argo dilansir dari IDNTimes.

Tak hanya itu, Polri juga melakukan penyekatan jalur-jalur utama yang mengarah ke DKI Jakarta dari berbagai daerah.

4. TNI dan Polri tindak tegas warga yang melanggar PSBB.
pelanggar psbb ditindak tegas oleh tni dan polri

Selama penyekatan jalur-jalur yang mengarah ke Jakarta dilakukan, anggota TNI dan Polri bersiaga di pos yang sudah ditentukan untuk meminta warga yang akan memasuki ibukota untuk berbalik arah.

"Artinya, bahwa kami berharap, semuanya untuk patuh, dan kemudian mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah,” tegas Argo.

Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta menjadi 6.634 pasien, per Minggu 24 Mei 2020. Ini menjadikan daerah ibukota Jakarta menjadi episentrum Covid-19 di Indonesia.

Berdasarkan data tersebut juga pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.586 dan yang dinyatakan meninggal sebanyak 501.
Share:

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Nice info bro, izin share..

Postingan Populer

Berlangganan

Statistik Blog

Kategori

Berlangganan

Arsip Blog

Berlangganan

Space Iklan

Loading...